jump to navigation

Kiat/Tips&Trik Memilih Jurusan dan Profesi Agustus 26, 2011

Posted by ahmad in home, opini.
Tags: , ,
trackback

According to the experience and my opinion:

- Tidak semua profesi yang dijalankan seseorang sesuai dengan jurusan yang dia pilih

- Tidak semua jurusan yang dipilih didasarkan pada minat dan bakat yang dimilikinya.

- Dan, tidak sedikit pula mahasiswa yang menyesal di pertengahan kuliah, karena merasa tidak cocok dengan jurusan yang dipilih.

- Sebagian diantaranya bertahan, dan sebagaian lainya memilih berpindah ke jurusan lain.

What the reason?

Banyak,, salah satunya adalah salah dalam memilih jurusan. Tentu kita tidak ingin mengalami hal seperti itu. Karena semuanya bisa berdampak ke kehidupan kita. Oleh karena itu ini bukan perkara mudah sebenarnya. Kita perlu semacam kiat2, jika kita sudah punya kiat2 sendiri untuk masalah ini, maka itu bagus. Jika belum coba baca tips berikut…

You Must Prepare For Success

Boleh dibilang memilih jurusan atau profesi sama seperti memilih pilihan hidup atau seperti juga memilih jodoh. Coba bayangkan saja jika dari awal sudah merasa ngga srek, maka tentu kita akan berat menjalani hubungan, dan jika dipaksakan, bisa jadi akan timbul dilema rumah tangga.

Oleh karena itu jangan gegabah atau bahkan cenderung pasrah karena semuanya tentu untuk masa depan kita nantinya, kecuali jika kita memang tidak punya visi dan cita2 untuk masa depan.

Sebuah ungkapan menyatakan, persiapan yang baik dan matang adalah 50% dari keberhasilan. Persiapkanlah dengan penuh perhitungan. Persiapkanlah semuanya dengan SANGAT SANGAT MATANG.

Beberapa tips berikut dalam memilih jurusan. Pure berdasarkan opini pribadi. So, belief or not, baca dulu saja, mudah2an bermanfaat.

1. Kenali Potensi

Semakin cepat kita temukan kelebihan dan potensi, akan semakin baik. Sekarang ini banyak tools yang bisa digunakan untuk melihat potensi seseorang. Namun bila kita bisa temukan sendiri tentu itu lebih baik.

Ingat bahwa

“Allah SWT tidak menciptakan kita dengan sia-sia” Jadi percaya lah “setiap orang itu punya potensi”.

Hanya saja ada yang cepat menemukannya ada yang lambat. Memilih jurusan yang sejalan dengan potensi, tingkat keberhasilannya akan sangat tinggi.

2. Jujur pada diri sendiri

Jika tadi kita telah menemukan potensi kita maka tahap selanjutnya adalah kebalikannya, yaitu kita harus coba temukan batas kemampuan kita, dan yang terpenting adalah jujur mengakuinya.

Tambahan sedikit dari ungkapan diatas.

“tidak ada manusia yang sempurna, tapi setiap manusia punya potensi dan kelebihan”.

Hal ini cukup penting fungsinya untuk meredam ambisi yang berlebihan. Jujur pada diri sendiri membuat belajar kita menjadi efektif dan tidak terlalu banyak mengkhayal yang aneh2 (catat ini ya…).

Maksudnya, ketika kita sadar batas kemampuan kita maka tentu kita akan menyesuaikan jurusan yg kita pilih sesuai dengan kemampuan kita tersebut. Sehingga pola belajar kita akan efektif dan tak perlu menambah jam belajar terlalu banyak yang tentunya bisa menyiksa tubuh kita.

Pikiran kitapun tidak akan terlalu disiksa dengan rasa takut tidak akan diterima. Karena kita yakin jurusan yang kita pilih sesuai dengan tingkat kemampuan kita sendiri.

Jika kita jujur pada diri sendiri, maka kalaupun kita ingin sedikit spekulasi kita akan memilih pilihan yang masih masuk akal & tidak terlalu mengkhayal, atau masih bisa kita usahakan.

3. Pilih sesuai minat dan Bakat

Saya sempitkan arti minat disini yaitu keinginan/rasa suka terhadap jurusan tsb, dan bakat maksudnya bakat alami/potensi. Akan sangat baik jika keduanya menyatu.

Artinya adalah anda memiliki bakat, dan minat yang sama. Contoh kasus :Usro punya bakat dalam berpidato, dan cekatan dalam berbicara, diapun sadar itu potensinya. Tapi disamping itu dia juga hebat dan jago dalam pelajaran kimia.

Dia berfikir jika dia menjadi seorang presenter/wartawan maka itu sejalan dengan bakat alaminya. Dia sudah membayangkan akan merasa enjoy menjalaninya. Walapun dia hebat dalam pelajaran kimia, tapi dia putuskan untuk tidak mengambilnya karena dikhawatirkan akan menyesal. Sebab dia merasa itu bukan potensi yang dia senangi/sukai.

Coba perhatikan contoh kasus diatas, walaupun usro punya 2 potensi, tapi dia bandingkan dan sesuaikan pula dengan minatnya. Mana yang lebih disenanginya.

Bagaimana jika yang terjadi sebaliknya. Artinya minat kita banyak, tapi kita sadar kemampuan kita terbatas. Masalah ini yang paling terjadi sesungguhnya.

Kemampuan kita sebenarnya bisa di upgrade. Percayalah, namun perhatikan waktu batas ujian tsb, jika sekiranya waktu kita masih cukup untuk bisa kita usahakan coba terus usahakan, jangan menyerah. Sebaliknya jika dirasa kurang maka coba amati lagi  ke poin 2 (please re read ya..).

4. Cari Informasi Jurusan Secara Lengkap

Dalam memilih jurusan, informasi berperan SANGAT BESAR. Saya tekankan sekali lagi jika kita tidak ingin salah pilih jurusan, jangan malas mencari informasi !

Contoh kasus: Amin, punya 2 kakak yang sama2 terbilang telah sukses. Satu beprofesi sebagai guru dan yang satu sebagai wartawan salah satu stasiun televisi. Kakaknya yang pertama menjelaskan, “kalau menjadi guru itu enak”, karena dijamin dengan gaji rutin bahkan sampai pensiun, sehingga tidak perlu pusing dengan masa pensiun. Kakaknya yang satu lagi menjelaskan bahwa “menjadi wartawan adalah pekerjaan yang paling asyik”, bisa jalan2, tidak ketinggalan informasi, dan tentunya bisa tampil di Televisi.

Selain itu keduanya pun memberikan informasi2 lain yang berkaitan dengan profesi2 tersebut. Seputar universitas2nya, proses kuliahnya, biaya hidup, link, sampai cerita tentang kesan2 selama menjadi mahasiswa di jurusan tersebut.

Ketika dijelaskan begitu maka besar kemungkinan Amin akan interest ke-keduanya, sehingga dia jadikan itu jurusan yang akan dia pilih. Dia tidak begitu tertarik menghiraukan penjelasan teman2nya yang memilih jurusan lain. Padahal sesunguhnya tentu masih banyak jurusan yang sama prospektifnya bahkan lebih.

Hal ini terjadi karena informasi terlengkap yang di dapatkan Amin hanya profesi itu saja, lebih-lebih diapun mempunyai contoh nyata (kedua kakanya) yang ternyata sudah sukses di bidang tersebut.

Jadi semakin lengkap informasi yang didapatkan maka kita akan lebih mantap untuk tetap pada pendirian kita. Sehingga kita tidak akan banyak terpengaruh dan mudah goyah oleh orang lain.

Sekarang coba bayangkan kamu mempunyai saudara atau tetangga seorang mahasiswa lulusan Jepang. Suatu hari kamu berbincang dengannya, dan diapun ceritakan semuanya tentang masa kuliahnya, bagaimana proses masuknya, proses perkuliahannya, dan segala hal lainya. Setelah mendengarkan, boleh jadi kamu akan tertarik, dan mungkin berkata dalam hati “oh begitu ya, sepertinya saya juga mampu, kalau begitu saya akan coba”.

Semakin banyak informasi, semakin banyak alternative pilihan yang bisa kita cocokan dengan minat dan bakat kita.

5. Buat Alternatif Pilihan Jurusan

Contoh kasus: Beri sangat berambisi ingin masuk teknik kimia, dia hanya focus pada 1 jurusan tersebut karena dia merasa mampu untuk tembus. Dalam formulir ujian dia tetapkan pilihan 1 dan 2 jurusan teknik kimia namun dengan universitas yang berbeda. Saat diumumkan ternyata keduanya tidak diterima. Padahal dia sebenarnya termasuk anak pintar, kalau saja dia pilih alternative lain yang punya grade setingkat lebih rendah kemungkinannya sangat besar untuk diterima.

Jadi coba buat pilihan jurusan lain yang setingkat lebih rendah dengan catatan itupun jika pilihan pertama kita dirasa ragu untuk bisa tembus. Coba ikuti try out secara rutin untuk mengukur sejauh mana kemampuan kita.

6. Diskusikan dan Konsultasikan dengan Orang tua

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa orang tua yang membatasi atau bahkan tidak setuju dengan pilihan jurusan/keinginan anaknya. Oleh karena itu kita perlu sharing-kan dengan orang tua tentang apa yang kamu inginkan dan orang tua inginkan. Ini pula manfaat lain jika kita punya informasi lebih. Kita bisa menjelaskan kepada orang tua tentang jurusan yang akan kita pilih, karena boleh jadi orang tua kita tidak setuju karenakan kurang mendapatkan informasi, atau informasi yang didapatkan salah.

Nah selamat belajar bijak dan berfikir keras untuk masalah ini. Jangan sampai deh kita sia-siakan waktu, tenaga dan biaya hanya karena dari awal kita sudah salah langkah.

About these ads

Komentar»

1. Lambertus Hermawan - September 9, 2011

Sepertinya kebertahanan seseorang dalam sebuah pendidikan atau pekerjaan itu lebih diutamakan pada kesesuaian minat ya mas. Maksud saya seperti ini:

Kalau ada bakat, tapi tidak ada minat -> dia bisa saja menjalaninya. tapi tidak akan mencoba untuk melakukan lebih. dia juga akan mudah terpancing untuk melakukan hal lain yang lebih menarik.

Kalau ada minat, tapi tidak ada bakat -> dia bisa saja tidak terlihat cemerlang dibandingkan yang lain. tapi minatnya memberikan sebuah kenyamanan dan semangat untuk belajar dan melakukan hal lebih di situ. selama lingkungan mendukungnya, dia pasti akan bisa menyesuaikan diri dan semakin berkembang di situ.

Dan saya juga setuju kalau minat dan bakat itu bertemu. Sudah pasti bisa bertahan. Semoga sukses selalu.

ahmad - September 12, 2011

iya mas kemungkinannya bisa seperti itu. Namun sy pribadi menilai, bhw yang terpenting bukanlah masalah ada/tdk ada bakat&minatnya, melainkan cenderung pd mslah “men-singkronkan” minat&bkat itu sendiri. Krn sprti yg sy ktkn stiap kt psti pny minat&bkat,

Pada kalimat sy tulis “memiliki bakat, dan minat yang sama” pun bkn brarti mslah ada/tdk ada, tp artinya bag seseorang itu mengarahkan minatnya itu ke bakatnya.

Lambertus Hermawan - September 16, 2011

ah betul betul. saya juga setuju itu.

2. Arif - September 12, 2011

sangat memotivasi.. salam kenal

ahmad - September 12, 2011

sama2, salam kenal juga, makasih atas kunjungannya…

unwanal fathi - Mei 16, 2013

saya tertarik dengan tulisan anda, boleh saya download. saya ada tugas mengenai cara memilih profesi

ahmad - Mei 18, 2013

Ok silahkan

3. Sofyan Ui - September 16, 2013

Sngat berguna,,
trima kasih atas motivasinya,,

4. Sofyan Ui - September 16, 2013

Trima kasih atas motivasinya..
Sangat berguna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: