jump to navigation

Pembentukan Gletser Kontinental Oktober 15, 2010

Posted by ahmad in geologi, Geomorfologi.
trackback

Karakteristik umum.

Glasiasi Kontinental dapat menghanyutkan, mentransport dan mengendapkan material. Glasiasi kontinental disebabkan oleh iklim, ketinggian, curah hujan dan aktivitas atmosfer (CO2 yang berlebihan). Dilain pihak, tutupan lahan yang bagus dengan vegetasi-vegetasi yang beranekaragam akan mengakibatkan penipisan kadar karbondioksida di atmosfer. Para geolosists telah mempelajari kumpulan gletser di daerah-dearah umum dan antaritika, tempat ini adalah satu-satunya yang menyajikan contoh dari lempeng es yang baik. pembahasan ini, bagaimanapun belum menjelaskan penyebab glasiasi kecuali bila kita telah menelaah lebih dalam dan teliti mengenai ketebalan dari satu lembar es, laju gerak, proses dari pengikisan dan mengangkut materi, dan sifat alami yang tersimpan tersimpan.

Glasiasi tersebar luas terjadi dalam beberapa kali sejak dahulu dalam lapisan tanah. Lautan dan tubuh air lain memperlihatkan keseragaman. Glasiasi geologi berhubungan dengan area yang luas. Glasiasi yang besar terjadi di daerah Siberia dan Asia utara, dan daerah lain yang mempunyai iklim yang paling ekstrim, sedangkan di Eropa glasiasi mengalir ke laut dan pada beberapa tempat di sungai dan di laut terdapat endapan. Di Asia kemiringan lereng dan suhu di daratan yang ekstrim menyebabkan pengendapan gletser berlimpah. Ini mungkin di karenakan glasiasi pegunungan Alpen, tetapi berbeda dengan kontinental hebat yang terjadi di daerah Eropa dan Amerika Utara yang mana diakumulasi pada perbedaaan ketinggian suatu negara dibandingkan es tersebut.

Pergantian arah dan volume dari arus samudera mungkin dapat mempengaruhi perubahan iklim dan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses glasiasi di Eropa. Ada atau tidak ada teori itu yang pasti hal tersebut telah terbukti bahwa perubahan tersebut terjadi.

Dikarenakan atmosfer yang tertentu telah ada. peningkatan dari karbondioksida pada atmosfer menghasilkan iklim lebih dingin karena gas, uap air. Gas-gas tersebut berfungsi sebagai pelindung dan mencegah pancaran dari panas dari bumi. Limestone (batu gamping) di laut melalui aktivitas organik melakukan pelepasan jumlah besar dari karbondioksida ke athmosphere. Karbondioksida pada air adalah faktor penting dalam mengikat limestone, jika kandungan limestone dilaut luas maka ini jelas merupakan sumber-sumber karbonsdioksida yang terdapat pada atmosphire. Oleh karenanya laut dengan luas yang besar akan menghasilkan iklim yang cenderung dingin.

Kelebihan dari udara ini adalah untuk menghalangi masuknya sinar matahari yang masuk dan oleh sebab itu suhu di bumi menjadi agak lembut/sejuk. Beberapa gejala astronomis seperti perubahan panas yang disebar oleh matahari. Gerakan dari udara dan geseran dari kutub akan kemungkinan terjadinya glasiasi. Namun sejauh ini, hipotesa yang benar mengenai penyebab glasiasi masih belum diketahui.

PEMBENTUKAN GLETSER DI DAERAH BENUA, 1

Sinopsis.

Effek topografi  dari pembentukan gletser di dataran benua tidak begitu banyak pengaruhnya dari es yang ada di daratan seperti pengaruh gangguan dan tidak mempengaruhi sistem drainase dari aliran.

Longsoran dari es di dalam ilmu topografi hampir bisa dikatakan tidak penting contohnya di Kanada yang merupakan sebuah barisan pegununggan tua dan luncuran es disana semakin keluar dari area, namun itu tidak lantas bisa disimpulkan bahwa lucuran es  mengangkut jauh material dari gunung. Luncuran es melapisi lapisan atas sehingga mendatarkan pegunungan, selain itu gletser membentuk effek abrasi es, walaupun demikian sangat besar sekali kuantitas dari sisa tanah yang terangkat oleh es dan ditransport sangat jauh.

Terdapat pembatas di dekat aliran bahkan meskipun di jurang yang lebih lebar seperti  yang sekarang ditempati oleh danau besar, erosi gletser telah menjadi hal yang biasa di daerah kutub-kutub besar, mirip dengan aktifitas erosi gletser di daerah pegunungan, sisa akumulasi dari luncuran es benua adalah berupa topologi yang  sederhana. Contohnya  adalah terdapatnya marine sangat kecil di bandingkan dengan gletser pegunungan, jarang yang memiliki tingginya 100 kaki. Permukaan dari gletser lebih rumit dan menyingkap sebuah variasi bentuk dari gletser di setiap waktu yang berbeda. Variasi dari akumulasi glacial mempunyai istilah sebagai berikut :

  • Drumlin adalah bukit yang berbentuk oval, seperti setengah telur yang terdiri atas massa pasir dan batu kerikil (orogenesa). Bentuk-bentuk drumlin, yaitu:
  1. Paralel Kampak
  2. Menyerupai bukit ( rocdrumlin)
  3. Kumpulan Drumlin disebut ” Swarp”
  • Landform of  Fluvioglacial Deposition :
  1. Kames
  2. Kames Terraces
  3. Kames Delta
  4. Eskers
  • Deposit Fluvioglasial
  1. Ketlle Holes
  2. Brainded Streams
  3. Varves

Konsep menganai glasiasi ini harus di pelajari secara menyeluruh dan integral dan tidak parsial sebab semuanya berhubungan antara satu dengan antara lainnya, untuk mangerti setiap kejadian dan kondisi dari wakatu gletser. Penyebab dari gletser tidak berubah, mengantipasi boleh jadi ada satu atau dua teori telah tidak digunakan secara permanen. Terakhir, sesuatu yang membawa aliran gletser terdapat di dataran tinggi dan effeknya berdampak luas di semua bagian ini.

KONTINENTAL GLASIASI (di Amerika)

Bentuk dan gerakan dari gletser kontinental.

Icecaps di Greenland dan Antartica diduga mempunyai glasiasi yang lambat. Sebagai contoh, motraine di Winconsin dan Montana di timur Amerika Serikat, muncul diantara 50 dan 300 kaki per mil. Icecaps menyebar radial, karena  pola radial, pergerakan angin dan curah hujan dihasilkan dari tekanan rendah di bagian tengah dan terus menuju ke bagian tepi dari region. Perubahan terakhir dari lembaran es tertutup sebagai danau, rawa-rawa, tanah berlumpur dan penggangguan garis drainase. Kita mengetahui bahwa gletser kontinental adalah terjadi di daerah yang rendah, atas kubah es berbentuk datar, dengan ketinggian kurang lebih 2 mil dan terdatarkan oleh tekanan tinggi. Akibat tekanan tinggi ini, maka angin keluar, membawa salju ke daerah batas luar, berkumpul dan  membeku. Pada saat yang sama daerah tersebut memiliki slop kemiringan. Sedangkan pengendapan gletser terjadi akibat adanya tekanan rendah, yang dari waktu ke waktu pengendapan ini terus terjadi dan daerah yang paling banyak pengendapannya yaitu di daerah hilir.

Pada saat terdapat rekahan yang tidak mempunyai celah maka gleser meluap luas ke permukaan dari satu aliran es tebal  dan oleh karenanya pembangunan karang dengan maksud untuk menahan laju aliran adalah mustahil untuk dilakukan. Satu gundukan es besar di suatu daerah dapat mengikis dan menutup lapisan tanah yang ada sebelumnya. Menggiling permukaan dan batuan dasar sepanjang gletser ini mengalir sampai es ini meleleh.

Gumpalan es secara konstan dapat berubah bentuk dan volumenya, sesuai dengan daerah topografinya. Di dataran rendah es melebar dan menjulur. Ketika dalam keadaaan seimbang dan melelehan, gerakan es berhenti dan satu pusat es terbentuk, tetapi bukan sepanjang hulu es front. Kejadian di hulu tidak selalu berbarengan dengan sesuatu sebelumnya, dan ini dicerminkan pada pola marine.

VARVES
Varve merupakan timbunan tahunan dari pasir, lumpur, dan tanah liat yang diendapkan di danau oleh air glacial. Lumpur yang kasar ditiap-tiap varve terletak paling dasar dan lumpur tersebut diatur selama musim panas. Tanah liat terletak paling atas dimana tanah liat tersebut diatur selama musim dingin secara perlahan-lahan. Ketebalan dari varve sekitar 1/8 inchi sampai ½ inchi atau bahkan lebih tergantung pada kondisi curah hujan.

EROSI GLASIAL
Lempeng es benua merupakan agen erosi yang mampu mengikis tanah dan mengangkut batuan dan meninggalkan material (endapan tebal). Erosi yang terjadi terlihat dari adanya glacial grooves, glacial striae; terkikisnya permukaan batuan oleh chatter marks; tidak adanya sisa tanah; aliran es yang alirannya terletak pada bagian yang tajam di atas batuan dasar; banyaknya hanyutan yang lebih besar dari endapan yang mungkin jika tidak terdapat erosi: adanya fresh rock pada hanyutan ini, yang satu sebagai batas ujung dan satu laginya sebagai lantai; posisi rock basins yang tidak mungkin terbentuk akibat erosi sungai.

GLACIAL DEPOSITION: MORAINES

Moraines dikelompokkan berdasarkan posisinya terhadap lempeng es menjadi: terminal moraines (salah satu jenis moraines yang terbentuk jauh dari benua gletser (continental glacier), interlobate moraines, recessional moraines, dan ground moraines. Selain itu, moraines juga dikelompokkan berdasarkan material penyusunnya, yaitu: till moraines, waterlaid moraines, delta moraines dan kame moraines.

PENGENDAPAN SUNGAI ES: `DRUMLINS`

`Drumlins` merupakan bukit berbentuk oval menyusun sebagian besar dari lahan es kecuali kadang kala meliputi `lenslike` berkumpul dengan kerikil dan pasir. mempunyai panjang paralel `axes` ke arah gerakan es dan biasanya terjadi bersama-sama. Kurang lebih terkumpul oleh satu cuping es keluar dari satu poros. berakhir, membentuk gletser, biasanya `blunter` dan lebih curam dibandingkan sisi tempat. Berlipat ganda, lipat tiga, dan kelipatan `drumlins` terjadi bersama-sama di semua posisi dan hubungan, Jarang `drumlins` membentuk ekor pada saat sesuatu lebih besar atau bangku di sisi diantara mereka. agregasi `drumlins` membentuk `drumlins` lahan atasan.

Gerakan es berurutan tidak menghancurkan `drumlins` sebelumnya  bahkan sebaliknya malah bertambah, tambahan sering terjadi pada satu sisi berbeda dari `drumlins` tersebut.

Asal Mula`Drumlins`.

Beberapa teori telah ditemukan mengenai untuk asal mula terbentuknya `drumlins`, kebanyakan menyatakan bahwa `drumlins` adalah endapan alami di bawah,

Pembentukan `Drumlins`.

Kebanyakan `drumlin` berada tidak biasa berlimpah-limpah. Di selatan sebelah timur `Wisconsin` terdapat sebuah bukit-bukit besar meliputi beberapa daerah. Ratusan diantara mereka dapat dilihat di antara `Madison` dan `Milwauke`,  diantaranya dijadikan daerah pertanian. Bukit batu bara didekat `Boston` adalah salah satu satu dari morfologi `drumlin`. Dan di `boston` kebanyakan teluk pulau terbentuk dari morfologi ini. Pada pelabuhan luar terdapat enam atau delapan pulau `drumlin` telah dikikis oleh gelombang dan disatukan oleh halang ke dari kompleks `Tombolo`. Selain itu pula banyak terdapat di sepanjang pantai selatan dari danau `Ontario` di sebelah utara `New York`, Michigan` utara.

FLUVIOGLASIAL, 1

Dataran outwash dan fitur terkait.

Aliran muncul dari gletser yang meleleh membawa kerikil, pasir, dan jika slop kemiringan dari bukit es ke daerah cukup landai, maka aliran berlanjut membawa material tersebut ke hilir sejauh beberapa mil. Endapan ini dengan demikian dibentuk mendasari outwash sederhana, tanah endapan, dan delta sederhana.

Darimana bentuk sederhana outwash mempersempit isi pada alas dari lembah ada sebelumnya mereka dipanggil lembah berlatih dan mungkin meluas nilai dari mil depan es ke dalam bukan negara glaciated. di tempat lain outwash sederhana mungkin membentuk berfusi endapan menghembus tanah yang menutup seluruh wilayah sejauh beberapa mil.

Dataran outwash berbintik bintik bersela, banyak yang mengandung danau atau genangan. Keadaan ini bervariasi dari beberapa kaki sampai mil ke seberang dan tidak memiliki bentuk yang beraturan. Beberapa dataran punya lubang sangat sedikit, secara luas dan lebar. Sedangkan yang lainya mempunyai aspet yang bersumber dari daerah pusat marine.

FLUVIOGLASIAL, 2

Esker adalah bukit punggungan hasil endapan dari arus glacial dalam terowongan es. Adapun kame adalah bukit bulat atau bukit mengerucut yang tersusun dari kerikil atau pasir, diendapkan sebagai kerucut delta, hasil endapan dari penurunan massa di sepanjang punggungan es. Crevase filling adalah punggungan material air yang mengalir ke segala arah, biasanya berasosiasi dengan teras danau dan diendapkan dalam sebuah celah yang lebar.
Esker dan crevase filling tidak selalu dapat dibedakan satu sama lain. Keduanya sama-sama memiliki sisi yang curam dan sempit, sisi lereng yang tersusun dari pasir dan kerikil memiliki kemiringan sekitar 30%. Esker biasanya berada di daerah rendah dengan dataran yang berpaya. Tanah di salah satu atau kedua sisinya biasanya membentuk semacam depresi yang biasa disebut palung esker (esker through). Esker dapat terletak di seluruh jenis permukaan. Ia mengabaikan adanya topografi atau cegahan bukit yang yang ratusan kaki tingginya. Banyak esker yang  terpendam oleh pengunduran morena.

Adapun crevase filling, biasanya mengandung pasir dan lumpur, yang khususnya bergabung dengan endapan danau. Transisi antara esker dan crevase filling, terpisahkan oleh adanya kame yang merupakan hasil endapan Moulin dimana air mengalir melalui lubang es yang kemudian menurun kearah dasar lembaran es.

sumber: Lobeck, A. K. 1939.  Geomorphology:  An Introduction to The Study Of Landscapes. London and New York: Mcgraw-Hill Book Company.

ket: terjemahan langsung dari mbah google dg sdikit editan(sry bgt ya klo kurang jelas dimengerti)

Baca juga artikel terkait:

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: