jump to navigation

Mineral dan Batuan l Jenis-Jenis Batuan Desember 6, 2010

Posted by ahmad in geologi, home, Petrologi.
trackback

Pembahasan mengenai mineral dan batuan saling berkaitan oleh karenanya keduanya sering bersamaan dipelajari dan dikaji misalnya pada perkuliahan, praktikum, seminar dan lain-lain. Namun begitu keduanya punya nama kajian ilmiahnya tersendiri. Ilmu khusus tentang mineral disebut mineralogi, sedangkan ilmu khusus mengkaji tentang batuan meliputi petrologi, petrografi & petrogenesa. Mineralogi mempunyai subkajian yang lebih spesifik, salah satunya kristalografi, yaitu ilmu seluk beluk tentang kristal (Sam Boggs,  2006).

Jenis-Jenis Batuan

intermezo

saya yakin sahabat tentunya tidak asing dengan kata “batu” (bukan)?, sahabat sering melihatnya, memegangnya, menginjaknya, menendang atau juga iseng melempar-lemparkannya🙂 . Nah tapi tahukah sahabat bahwa ternyata batu itu banyak jenisnya, banyak kegunaannya, dan dia juga bisa bercerita tentang banyak hal loh… sahabat mungkin pernah melihat batu berwarna hijau, putih, merah dll, lain waktu sahabat juga mungkin pernah memegang batu yang sangat keras tapi ada juga yang agak lembek, rapuh.  Nah dilihat dari kenampakannya saja mereka sangat beragam, baik warna, kekerasan  oleh karenanya bahan pembentuknya juga mesti beda(dong)..  dengan demikian batu itu sangat banyak ragamnya, bisa ratusan bahkan ribuan

:(  kang kalau banyak bgt gitu cara bedainnya gimana?

:)  ada ko klasifikasinya, jd km nanti bkal mudah buat mempelajarinya…

Singkat cerita sangking banyaknya jenis batuan di bumi ini dari mulai lapisan  kerak bumi sampai ke permukaan bumi para ilmuan geologi bingung tentang cara pengklasifikasian jenis batu-batu ini. Katanya cara paling sederhana dan yang mudah untuk dipelajari adalah mengklasifikasikan batuan berdasarkan cara terbentuknya

(nah sekarang mulai serius ya..)

Klasifikasi batuan menurut cara terbentuknya, membagi jenis batuan menjadi 3 kelompok utama, yaitu:

1. Batuan Beku

Batuan beku atau igneous rock adalah batuan yang terbentuk dari proses pembekuan magma, baik membeku dibawah permukaan bumi atau diatas permukaan bumi. Berdasarkan genesa atau tempat pembentukannya, batuan beku dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Batuan beku yang membeku di bawah permukaan bumi dinamakan batuan beku dalam atau batuan beku intrusif, dan sering juga dinamakan batuan beku plutonik.  Terbentuk karena magma terlebih dahulu membeku di bawah permukaan bumi namun begitu magma telah menyusup pada batuan disekitarnya atau menerobos melalui rekahan-rekahan pada batuan disekelilingnya walaupun tidak mencapai ke permukaan bumi. Contohnya: granit, diorit, gabro
  • Batuan beku yang terbentuk di atas permukaan bumi dinamakan batuan beku luar atau batuan beku ekstrusif, terbentuk karena magma mencapai ke permukaan bumi,  keluar melalui rekahan atau lubang kepundan gunung api sebagai erupsi, mendingin dengan cepat dan membeku menjadi batuan beku ekstrusif. Contohnya: Andesit dan Basalt. Untuk lebih jelasnya klik link Batuan Beku

2. Batuan sedimen

Batuan sediment atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk dari aktivitas kimia dan mekanik yaitu material asal yang mengalami  proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan terendapkan (sedimen)  selanjutnya mengalami proses pembatuan (lithifikasi) dari endapan-endapan tersebut. Batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3 golongan:

  • Batuan sedimen klastik : terbentuk dari fragmen ataupun mineral-mineral dari batuan yang sudah ada (bisa batuan beku, metamorf, atau batuan sedimen) misalnya kerikil di sungai, pasir di pantai dan lumpur di laut. Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu lempung.
  • Batuan sedimen kimiawi: terbentuk karena penguapan , evaporasi, dan proses kimia. Contohnya anhidrit dan batu garam (halit)
  • Batuan sedimen organik: terbentuk dari sisa-sisa kehidupan hewan/ tumbuhan. Contohnya adalah batugamping

3. Batuan Metamorf

Batuan metamorf (batuan malihan) atau metamorfic rocks adalah batuan yang terbentuk dari batuan asal yang tekena proses perubahan temperatur dan/atau tekanan, akibat bertambahnya temperature dan/atau tekanan, tekstur dan struktur batuan sebelumnya akan berubah sehingga membentuk batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula. Kondisi pembentukan batuan metamorf adalah:

  • Terjadi dalam suasana padat
  • bersifat isokimia
  • Terbentuknya mineral baru khas metamorfosa
  • Terbentuknya tekstur dan struktur baru

Jenis-Jenis Metamorfosa yaitu:

  • Metamorfosa kontak: dominan pengaruh suhu
  • Metamorfosa dinamik: dominan pengaruh tekanan
  • Metamorfosa Regional: suhu dan tekanan

Contoh batuan metamorf: sekis mika, filit, gneis.

Baca juga artikel terkait:

Komentar»

1. gunoso - Maret 20, 2012

nice blog

2. DESKRIPSI BATUAN BEKU | Rabbil Explorasi UMI - Desember 26, 2012

[…] sebelumnya telah di bahas tentang pengertian & klasifikasi batuan secara umum juga pembahasan tentang klasifikasi batuan beku secara […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: