jump to navigation

Profil Tanah Mei 6, 2011

Posted by ahmad in Geomorfologi.
trackback

Menurut ilmu geologi, tanah merupakan hasil pelapukan dari batuan. Kalau begitu, sejatinya semua tanah yang terdapat di bumi ini tadinya adalah batuan yang kemudian mengalami pelapukan (ko bolak-balik sih?). Nyatanya, dalam tubuh tanah, tidak semua bagiannya punya kenampakan & karakteristik yang seragam. Bisakah ketidakseragaman ini dikaitkan dengan proses pelapukan tadi?, kenapa tidak seragam?. Mari kita ingat2 lagi bahwa proses pelapukan itu HANYA terjadi di permukaan bumi, maka jelas semakin dekat permukaan semakin lapuk, sedang yang dalam nya adem-ayem saja. Coba perthatikan gambar di bawah ini,

Jadi, tubuh tanah berkembang secara bertahap dari bawah ke atas , yang menggambarkan derajat pelapukannya. Lebih-lebih bukan hanya pelapukan saja yang terjadi di permukaan itu. Setiap perbedaan pada tubuh tanah ini dinamakan horizon, yang kemudian membentuk profil tubuh tanah.

Horizon. O

– Lapisan tanah yang didominasi bahan organik di permukaan dan menutupi tanah mineral

– Bahan organiknya berupa tumpukan sisa tanaman, maupun binatang yang sudah terurai

Horizon. A

– Horison mineral yang terbentuk di bawah horizon. O

– Memperlihatkan hilangnya struktur batuan asli

– Akumulasi bahan organik terhumuskan dan bercampur mineral

– Mempunyai sifat yang menunjukkan akibat pengolahan tanah

– Berwarna kehitaman

Horizon. E

– Horison  yang kehilangan mineral lempung, silikat, besi, Al, atau beberapa kombinasinya

– Meninggalkan partikel pasir dan lanau

– Struktur batuan asli telah hilang

– Biasa terdapat di tubuh tanah yang bersifat asam

– Berwarna abu-abu terang atau keputihan

Horizon. B

– Horizon mineral di bawah hor. A, E, atau O

– Pada horizon ini semua butiran mineralnya dilapisi kalsium karbonat

– Struktur batuan asli telah hilang

Penimbunan mineral lempung, silkat, Fe, Al, gipsum, karbonat, atau campurannya

– Adanya gejala pemindahan atau penambahan senyawa karbonat

– Konsentrasi oksida-oksida secara residual

– Penyeliputan sesquioksida

– Alterasi yang menghasilkan silikat atau membebaskan oksida-oksida atau keduanya, struktur granuler dan gumpal

– Sifat rapus atau gley yang menonjol

– Berwarna kecoklatan/ kemerahan

Horizon. C

– Lapisan mineral di bawah hor. A, E, atau O

Bukan batuan yang keras

– Sudah terpengaruh pedogenesis

Tidak memiliki sifat-sifat pada hor O, A, E, dan B

– Sediment atau saprolit

– Digali tidak sulit

– Oksidasi batuan dasar memberikan warna terang, coklat kekuningan

Horizon. R

– Batuan dasar tersementasi kuat atau sampai mengeras

– Tubuh batuan granit, diorit, basal, batu gamping, dll..

– Digali sangat sulit

Kompak

Komentar»

1. linda - September 18, 2014

penulisan mu sangat bermanfaat

2. adhy ardiyanto - November 27, 2015

Terima kasih tulisannya
sangat bermanfaal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: