jump to navigation

Padi dan Perjalanan ini Mei 22, 2011

Posted by ahmad in hobi.
trackback

Malam ini sebenarnya saya harus mengerjakan tugas2 kuliah yang sudah mulai menumpuk. Namun sebentar saja saya ingin rehat, dan mulai menyetel sebuah playlist yang sudah terlalu lama akrab di telinga saya. Entah mengapa pikiran saya kadang tergugah ketika mulai membangkitkan kenangan masa lalu.  Oleh karena itu saya masih interest terhadap lagu-lagu lawas. Berbicara lagu2 lawas, hanya ada satu band yang menjadi inspirasi saya sejak saya kecil, yaitu PADI, karena pula perjalanan band ini sejalan saat saya mulai tumbuh dan mencoba mengerti tentang hidup.

Oleh karenanya setiap saya mendengarkan satu lagu dari padi, maka terkadang terkenang pula satu bagian dari kehidupan saya, entah itu teringat kampung halaman, teringat ibu, teringat menu2 sarapan sebelum berangkat sekolah, ini mungkin karena saya dan kakak saya biasa mendengarkarkan lagu2 padi sebelum berangkat sekolah, dan kejadian ini berlangsung cukup lama, skitar 6 tahun (SMP-SMA).

Lagu-lagu padi sangat beragam, temanya tidak melulu berisi tentang cinta, ini pula yang menjadikan saya punya banyak kesan tentang lagu2 dan liriknya. Beberapa lagu yang selalu saya dengarkan, diantaranya lain dunia, untuk lagu lain dunia yang sukai adalah nada dan aransemennya, kemudian beberapa bait liriknya. Selain itu, Menanti keajaiban, Diatas bumi kita berpijak, Sesuatu yang tertunda, lagu2 ini punya kesan tersendiri, karena liriknya berisi tentang kehidupan terkadang hal sama seperti yang saya alami. Sebenarnya masih banyak lagu2 lain yang bertema sama seperti itu hanya saja saya lebih sering mendengarkan lagu2  ini.

Beberapa petikan lirik dari lagu-lagu padi yang memberikan kesan tersendiri:

Memandang ke atas langit .. takjubkan hati
Merendahkan jiwa ini .. dan terilhami….

(Diatas bumi kita berpijak)

Tak semudah bagiku untuk bisa meredakan resahku
Meski kucoba menyangkal
Sungguh merisaukan benakku
Aku memimpikan malaikat
Berkenan menemani aku
Tuk sekedar melipurkan hati
Dengan setulus hati

Betapa aku telah lama tinggalkan binar di hatiku
Aku mungkin kan tertawa
Namun jiwaku terasa… jauh

Tak lelah kupandang langit
Berjuta harap ku menanti penuh harap
Kumenanti keajaiban datang dan menghampiriku
Oh ..
Aku tak tahu apa yang kan kutemui

Aku masih menunggu dan menunggu
Berharap akan datang keajaiban ..

Seharusnya aku tak patut bersedih…
Atas semua yang terjadi kepadaku
Aku merasa bahwasanya hidup ini tak lebih dari sebuah perjalanan
(Hingga saatku tiba) Semoga tak lelah aku terus berpeluh
(Hingga saatku tiba) Kuharap temukan apa yang aku cari

(Menanti keajaiban)

Disini aku sendiri, menatap relung-relung hidup
Aku merasa hidupku, tak seperti yang kuimingkan
Terhampar begitu banyak warna kelam sisi diriku
Seperti yang mereka tahu, seperti yang mereka tahu

Aku merasa disudutkan kenyataan
Menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan

Disini aku sendiri masih seperti dulu yang takut
Aku merasa hidupku pun surut tuk tumpukan harap
Tergambar begitu rupa, samar seperti yang kurasakan…
Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit

(Sesuatu yang tertunda)

Komentar»

1. enur - Juni 24, 2011

hehe, a nde di share nya ku abdi…

ahmad - Juni 24, 2011

muhun mangga…, blognya lmyan jd bgs de🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: