jump to navigation

Menjadi Wellsite Geologist Juni 30, 2011

Posted by ahmad in home, warta geologi.
trackback

Bagaimana caranya jadi Wellsite Geologist?” adalah pertanyaan yg sering kali terlontar dari mahasiswa maupun yg sudah lulus dan bekerja di perusahaan jasa bidang perminyakan. Tentunya ditujukan kepada sang expert yg dipandang sudah mapan, berpengalaman  dan menyandang sebagai “Wellsite Geologist” (WSG) di industri perminyakan dan gas bumi maupun dibidang industri lainnya seperti Geothermal, Mining atau lainnya.

Memang betul, untuk menjadi seorang WSG itu gampang-gampang susah (ini kata beberapa ahli dan kakak senior yg sudah mapan), gampangnya: yg pasti ilmunya bisa dipelajari dan yang susah: adalah kesempatan yang ada. Tapi paling tidak ada koridor-koridor yang merupakan syarat untuk menjadi seorang WSG.

Nah, disini saya akan mengungkapkan penjelasan sang expert yang sudah berpengalaman di dunia Wellsite geologist mengenai kualifikasi/apa saja SYARAT DASAR untuk menjadi seorang Wellsite Geologist di industri perminyakan dan gas bumi, antara lain:

1. Lulusan Geologi: biasanya tingkat S1 (Sarjana) saja yg jadi WSG, kalau sudah S2 biasanya orang Indonesia lebih tidak memilih pekerjaan ini. Ini tidak berlaku buat orang-orang dari luar negeri, misalnya warga Malaysia, India, Filipina, Timur Tengah atau warga Eropa atau Amerika. Banyak WSG yg datang dari kalangan S2 (pasca Sarjana). Bahkan terkadang adapula seorang WSG yang sudah S3.

2. Background drilling operation & knowledge: yaitu harus mempunyai dasar pengetahuan tentang jalannya dari suatu operasi pemboran baik eksplorasi (pencarian) maupun eksploitasi (pengembangan) baik di anjungan darat maupun lepas pantai (onshore & offshore). Yang kebanyakan ini datang dari para pekerja lapangan (field engineer) perusahaan jasa perminyakan (service company). Jadi sudah cukup familiar proses pemboran dari mulai awal (spud) sampai dengan akhir, seperti: TD, rig moving, cementing, well kick dll)

3. Background logging operation & knowledge: yaitu dasar pengetahuan pengambilan data-data sumur seperti mud logging, wireline logging dan logging lainnya. Sehingga seorang WSG itu sudah pernah mendapat kursus-kursus bersertifikasi dan menguasai teknik-teknik seperti basic mud logging, wireline logging interpretation, formation evaluation, pressure formation evaluation. Dengan ini, maka diharapkan seorang WSG dapat memberikan masukan dari sisi ‘Geological’ dalam suatu operasi pemboran minyak & gas bumi.

4. Berbadan sehat: ini menyangkut kesehatan jasmani dan rohani (jangan ketawa ya… ini beneran lho). Jasmani bukan berarti kuat (dalam arti tenaga) tapi cukup mampu melek matanya – yang kadang dibutuhkan ketahanan fisik, contohnya karena harus menjadi wakil perusahaan untuk menyaksikan (witness) dalam suatu operasi wireline logging; yang kadang membutuhkan waktu lebih dari 24 jam tanpa tidur (ini yang sering dilakukan para senior yg ‘single fighter’) ataupun kegiatan operasi lainnya dalam jangka waktu relatif lama. Terkadang baru tidur sebentar sudah dibangunkan karena situasi ‘critical’ dan membutuhkan WSG sebagai bahan pertimbangan keputusan di lapangan.

Kalau secara rohani, bisa menghubungkannya dengan tenaga WSG yg kebanyakan harus bekerja di anjungan pemboran lebih dari 2 minggu. Malah ada yg 4 minggu tanpa melihat keramaian kota atau bertemu keluarga. Hal inilah yg membutuhkan ketahanan mental sehingga tidak cepat ‘stress’. Belum lagi tekanan – tekanan psikologi saat pengambilan keputusan pada coring job atau casing point, formation top/TD dll.

5. Survival Training: Pelatihan untuk penyelamatan diri dari keadaan darurat harus dilalui oleh seorang WSG. Pelatihan ini sifatnya resmi dan bersertifikasi; di negara kita sudah ada beberapa perusahaan yang sudah melaksanakan ini. Di dalam pelatihan ini, para peserta dilatih untuk menyelamatkan diri saat kebakaran, bagaimana menggunakan pelampung, menyelamatkan diri saat helikopter jatuh (tentunya dengan alat simulasi), baik secara teori (indoor) maupun praktek (outdoor).

6. Basic Computer & Geology Software: Pesatnya kemajuan teknologi TI, kerapkali WSG harus mempunyai kemampuan untuk menjalankan perangkat lunak, pastinya yg mendasar misalnya aplikasi ‘Office’ seperti Word, Excel, dll bahkan e-mail dan internet. Bahkan beberapa perusahaan minyak sering mengharuskan para WSG untuk bisa menjalankan perangkat lunak aplikasi geologi tertentu.

Disadur dari: http://www.sadagus.com/

Komentar»

1. Donny Marthen Sitompul - Juni 27, 2013

check my website also some relates to wireline logging.
click on http://donnysitompul.com

2. gitta - Agustus 9, 2014

Dibutuhkan wellsite at Muara Teweh kalteng. 7000k/month. diutamakan domisili kalimantan. info hub. 082220176837


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: