jump to navigation

Tugas Seorang Wellsite Geologist Juni 30, 2011

Posted by ahmad in home, warta geologi.
trackback

Meneruskan tulisan sebelumnya, tulisan kali ini yaitu apa saja tugas dan tanggung jawab seorang WSG (wellsite geologist). Sekali lagi dan sekedar mengingatkan lagi, hal yang saya coba sharing ini bukanlah suatu patokan, melainkan hanya garis besar saja.

1. DESKRIPSI SAMPLE (CUTTING & CORE), tugas ini sifatnya mendasar – jadi tugas mendeskripsi cutting adalah skill dasar yang harus dipunyai oleh seorang WSG. Sebenarnya, skill ini seperti yg kita lakukan dan gabungan pada praktikum geologi dasar, paleontologi dan petrografi dibangku kuliah. Cutting sample setelah dicuci oleh sample catcher, lalu dideskripsikan lengkap mulai dari warna, kekerasan, tekstur, struktur, unsur tambahan (accessories, spt mineral tambahan, fosil, dll) serta perkiraan porositas secara kualitatif. Tidak lupa juga memeriksa adanya ‘oil show’ dibawah UV box. Banyak tip & trik dalam melakukan tugas ini, semakin berpengalaman WSG semakin banyak tip & trik nya melakukan tugas ini.

2. MEMBUAT LITHOLOGY LOG, sebelum mengenal komputer dulu, katanya para senior membuat log ini diatas kalkir dan menggunakan pena gambar (rotring, etc). Tapi saat ini banyak software yg relatif mudah utk digunakan. Lithology log adalah penggambaran data2 pemboran secara vertikal dalam bentuk garis, simbol dan tulisan. Jadi log ini bentuknya seperti kita membuat MS (measured section) di perkuliahan, untuk menggambarkan posisi stratigrafi lubang bor. Jadi data2 ROP, pengukuran gas, gambar lithology dan deskripsi lithology dituangkan dalam log ini.

3. LAPORAN PAGI (morning report) ini mencakup laporan tertulis dan lisan, untuk tulisan biasanya dikirimkan melalui email dan ditujukan pada operation geologist di kantor pusat, setiap hari / pagi (jam tertentu mis: setiap hari jam 5 pagi atau 6 pagi). Bentuk laporan tertulis mencantumkan segala kegiatan geologi dalam 24 jam terakhir, misalnya kedalaman lubang bor, aktifitas, ringkasan formasi batuan, gas data, laju pemboran, rencana2 yg akan dilakukan. Sedangkan laporan lisan, WSG akan menelpon Operation Geologist dan mendiskusikan hal2 yg penting.

4. Mengetahui dan memperkirakan POSISI / LETAK GEOLOGI dari sumur bor baik vertikal maupun horizontal (ini yg agak susah dan membutuhkan kesabaran dan ketelitian), maksudnya secara ‘vertikal’ adalah, seorang WSG harus mengerti formasi batuan apa yg sudah dibor dan perkiraan yg akan dibor. Secara horizontal, yaitu mengetahui hubungan korelasi dg sumur2 sekitarnya.

5. Meng ‘SUPERVISI GEOLOGI’ para crew service company. Yaitu, memberi arahan dan pengawasan kepada crew yg berhubungan dengan operasi geologi dalam pemboran. Misalnya, mud logging, wireline logging, directional drilling. Bahkan sampai dengan mengatur mobilisasi peralatan, pertukaran crew dari dan ke rig site.

 Dalam tugasnya sehari-hari seorang wellsite geologist adalah representatif dari perusahaan minyak yg bertanggung jawab terhadap pemboran sumur, dialah satu-satunya orang yg mengerti tentang bawah permukaan sumur di lokasi rig; jadi betapa pentingnya dan besar tanggung jawab seorang WSG. Biasanya WSG ada yg bekerja dengan status ’24 hours on call’ artinya kapanpun dibutuhkan dia harus siap, atau bisa juga dalam satu pemboran ada 2 orang WSG dan ini tergantung dari perusahaan minyak itu sendiri.

sumber: http://www.sadagus.com/

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: