jump to navigation

Gaji kedua untuk orangtua Juni 7, 2012

Posted by ahmad in Corat-coret, home, outcrops.
trackback

Tak terbersit sedikitpun bisa punya duit, sekian ratus ribu, dan kalau buat mahasiswa kelas kere seperti saya ini, itu itungannya cukup banyak.

Sejujurnya, ada hal lucu di balik gajian saya kali ini, atau ini mungkin sekedar celetukan saja, tapi, ya engga juga kayanya, intinya saya menerima gaji dengan nominal yang cukup besar, rasa-rasanya memang kurang layak jika kerjaan saya kali ini digaji sebesar itu, tapi bukan berarti saya ngga bekerja secara total & serius, atau bukan berarti saya anggap ini gaji buta, tentu ngga seperti itu. Cuma ya kaget saja, baru kali ini saya digaji sebesar itu (walau memang dalam hati merasa senang🙂 ). Well, lepas dari hal itu, tentu semua ini saya syukuri.

Dan, ungkapan dari rasa syukur itu, saya memberikan semua gaji tersebut kepada orangtua saya, alhamdulillah, satu hal yang saya syukuri sebenarnya, saat saya berfikir “mau dipakai buat apa uang ini?” beberapa saat setelah saya menerimanya, saat itu juga Allah SWT mengingatkan saya kepada orangtua saya, saya putuskan tanpa pikir panjang, untuk memberikanya kepada orangtua saya.

Saya mengerti, bahwa orangtua tentu sebenarnya tidak mengharapkan anaknya membalas jasa-jasanya dengan hal apapun, cukup dengan selalu berbuat baik kepada keduanya, itupun sudah membuatnya bahagia.

Namun lebih dari, tentu suatu hal yang sangat terpuji dan membanggakan jika kita dapat membahagiakan orangtua kita dengan sesuatu dari hasil jerih payah kita sendiri. Bukankah orang tua kita selalu berjerih payah, peras keringat banting tulang hanya untuk mengurus kita, Nah, seenggaknya itulah yang saya punya saat ini.

Setiap anak tentu ingin mebahagiakan orangtuanya, tapi terkadang masih banyak orang yang berfikir bahwa membahagiakan orang tua mesti menunggu setelah kita mapan, ini suatu anggapan yang salah, sangat salah.

Silahkan tanya kepada orangtua kita masing-masing “sejujurnya banyak hal yang bisa membahagiakan hati orang tua kita, tidak harus selalu materi, dan tidak harus menunggu mapan terlebih dahulu” dengan cara apapun, entah dengan prestasi, sikap baik, selalu taat, menuruti nasihatnya, atau hal lain.

Pada Intinya, “lakukan kebaikan apapun yang bisa dilakukan, selagi kita mampu, lakukan saat itu juga”, Wallahualam.

Komentar»

1. yogi - Juni 11, 2012

baru tau kamu dapet gaji.. kerja apa kamu mad..??

ahmad - Juni 11, 2012

haha, sbnere tpatny komisi sih, bkn gaji, hasil nyambi yog

yogi - Juni 11, 2012

wah ga ngajak-ngajak, haha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: