jump to navigation

Pengertian & Perbedaan Atom, Molekul, Ion, Unsur, Senyawa, Campuran Oktober 9, 2011

Posted by ahmad in Mineralogi, opini.
Tags: , , , , , , ,
167 comments

Ada yang tahu pengertian istilah2 diatas?, Mungkin beberapa dari kita, termasuk saya sendiri begitu dan masih sangat bingung dengan berbagai per-istilahan dalam bidang kimia.

Istilah – istilah tersebut sebenarnya sering kita dengar. Saking seringnya mendengar, kita anggap hal tersebut adalah hal lumrah, sehingga dianggap tidak perlu kita pertanyakan/permasalahkan, bahkan mungkin kita anggap hal tersebut sebagai hal2 biasa/sepele.

Walaupun begitu, tidak jarang ketika kita ditanya pengertian istilah2 diatas, yang ada malah “TINGTONG”, alias kebingungan, nah lho??.

Belakangan ini sy pun sadar hal itu.

­čś» “Sadar/dasar emang lo nya aj yg gtw?? ngapain aja dulu sekolah?? “

:mrgreen: terserah ah, yg penting gw masih mau berlajar lagi..

Berikut pengertian & perbedaan Atom, Molekul, Ion, Unsur, Senyawa, Campuran, yang sy rangkum, juga ta buat oret2annya, mudah2an jd ngerti. Maaf jika ada penjelasan yang salah/kurang pas, nanti boleh ditanya ke guru/dosennya ya ­čÖé

(lebih…)

Iklan

Ketidakselarasan – Unconformity September 25, 2011

Posted by ahmad in home, Sedimentologi, Stratigrafi.
Tags: , ,
add a comment

Ketidakselarasan adalah suatu konsep dalam stratigarafi yang membahas tentang hubungan yang tidak normal antara lapisan batuan satu dengan yang lain.

Ketidakselarasan identik dengan sedimentasi, dimana konsep ini bisa menjelaskan tentang proses sedimentasi, endogen dan eksogen yang terjadi sebelumnya melalui jenis ketidakselarasan yang terbentuk.

Untuk memahami konsep ketidakselarasan, saya ingin mengajak sahabat untuk memahami dahulu konsep yang sebaliknya yaitu keselarasan.

Selaras dalam stratigrafi artinya teratur, bururutan, menerus. Lapisan dikatakan selaras jika lapisan tersebut diendapkan secara teratur, belum mengalami deformasi, mengikuit hukum superposisi (lapisan dibawah lebih tua dari lapisan diatasnya) dan umurnya menerus/ tidak terjadi gap umur antar lapisan.

Macam-macam Ketidakselarasan

1. Nonconformity: Hubungan antara 2 satuan stratigrafi, yaituk antara batuan beku/metamorf  dan batuan sedimen. Biasanya batuan beku/metamorf berada dibawah atau sebagai basement dan batuan sediment berada diatasnya.

(lebih…)

Hukum-hukum Stratigrafi Juli 1, 2011

Posted by ahmad in home, Stratigrafi.
6 comments

Tujuan utama semua hukum stratigrafi adalah untuk penentuan umur relatif, yaitu untuk memperkirakan batuan mana yang terbentuk lebih dulu dan batuan mana yang terbentuk terakhir. Juga penentuan umur absolut ÔÇťkapan tepatnya batuan itu terbentuk?ÔÇŁ. Ini bisa diketahui melalui metode radiometri/datting dengan mengukur kadar unsur radioaktif batuan sehingga diketahui umur batuan secara tepat. Hukum-hukum stratigrafi tersebut yaitu:

  • Hukum Superposisi (Steno, 1669)
  • Hukum Horizontalitas (Steno, 1669)
  • Original Continuity (Steno, 1669)
  • Uniformitarianism (Hutton, 1785)
  • Faunal Succession (Abble Giraud-Soulavie, 1778)
  • Strata Identified by Fossils (Smith, 1816)
  • Facies Sedimenter (Selley, 1978)
  • Cross-Cutting Relationship
  • Law Of Inclusion

Mari kita bahas berdasarkan urut-urutan penemu dan tahun penemuan hukum-hukum tersebut

(lebih…)

Profil Tanah Mei 6, 2011

Posted by ahmad in Geomorfologi.
2 comments

Menurut ilmu geologi, tanah merupakan hasil pelapukan dari batuan. Kalau begitu, sejatinya semua tanah yang terdapat di bumi ini tadinya adalah batuan yang kemudian mengalami pelapukan (ko bolak-balik sih?). Nyatanya, dalam tubuh tanah, tidak semua bagiannya punya kenampakan & karakteristik yang seragam. Bisakah ketidakseragaman ini dikaitkan dengan proses pelapukan tadi?, kenapa tidak seragam?. Mari kita ingat2 lagi bahwa proses pelapukan itu HANYA terjadi di permukaan bumi, maka jelas semakin dekat permukaan semakin lapuk, sedang yang dalam nya adem-ayem saja. Coba perthatikan gambar di bawah ini,

(lebih…)

Kristalografi Sistem Kristal Februari 26, 2011

Posted by ahmad in home, Mineralogi.
15 comments

1. Sistem Isometrik

Sistem ini juga disebut sistem kristal regular, atau dikenal pula dengan sistem kristal  kubus atau kubik. Jumlah sumbu kristalnya ada 3 dan saling tegak lurus satu dengan yang lainnya. Dengan perbandingan panjang yang sama untuk masing-masing sumbunya.

Pada kondisi sebenarnya, sistem kristal Isometrik memiliki axial ratio (perbandingan sumbu a = b = c, yang artinya panjang sumbu a sama dengan sumbu b dan sama dengan sumbu c. Dan juga memiliki sudut kristalografi α = β = γ = 90˚. Hal ini berarti, pada sistem ini, semua sudut kristalnya ( α , β dan γ ) tegak lurus satu sama lain (90˚).

Gambar 1 Sistem Isometrik

Pada penggambaran dengan menggunakan proyeksi orthogonal, sistem Isometrik memiliki perbandingan sumbu a : b : c = 1 : 3 : 3. Artinya, pada sumbu a ditarik garis dengan nilai 1, pada sumbu b ditarik garis dengan nilai 3, dan sumbu c juga ditarik garis dengan nilai 3 (nilai bukan patokan, hanya perbandingan). Dan sudut antar sumbunya a+^bˉ = 30˚. Hal ini menjelaskan bahwa antara sumbu a+ memiliki nilai 30˚ terhadap sumbu bˉ.

Sistem isometrik dibagi menjadi 5 Kelas :

  • Tetaoidal
  • Gyroida
  • Diploida
  • Hextetrahedral
  • Hexoctahedral

Beberapa contoh mineral dengan system kristal Isometrik ini adalah gold, pyrite, galena, halite, Fluorite (Pellant, chris: 1992)

(lebih…)

Batuan Sedimen Februari 21, 2011

Posted by ahmad in home, Petrologi.
add a comment

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil perombakan batuan yang sedah ada sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun organisme, yang diendapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi kemudian mengalami pembatuan (Pettijohn, 1995). Dapat pula didefinisikan sebagai batuan yang terbentuk oleh konsolidasi sedimen, sebagai meterial lepas, yang terangkut ke lokasio pengendapan oleh air, angin,  es, dan longsoran gravitasi, gerakan tanah atau tanah longsor. Batuan sedimen juga dapat terbentuk oleh penguapan larutan kalsium karbonat, silika, garam, danm material lain.

(lebih…)

Rocks and Minerals | Sedimentary Rocks Januari 10, 2011

Posted by ahmad in Petrologi.
add a comment

Clastic Rocks

The word Sedimentary comes from the Latin word sedimentum, which means settling. All of the clastic rocks are formed from broken bits and pieces of other existing rocks that settle out of water or air. The broken bits and pieces are called sediments and are caused by weathering.
(lebih…)

Deskripsi Batuan Beku Januari 10, 2011

Posted by ahmad in home, Petrologi.
2 comments

Posting sebelumnya telah di bahas tentang pengertian & klasifikasi batuan secara umum juga pembahasan tentang klasifikasi batuan beku secara khusus.

Jadi ceritanya sekarang….┬á kita sudah paham pengertian batuan dan┬á klasifikasinya, kita juga sudah tahu kalau batuan itu banyak jenis dan namanya. Nah, tapi itukan teori, selanjutnya biar kita tahu suatu nama batuan, sebelumnya kita harus melakukan yang namanya deskripsi batuan. Khusus untuk batuan beku hal-hal yang di deskripsi meliputi:
(lebih…)

Geokimia Petroleum Desember 19, 2010

Posted by ahmad in Geokimia, geologi.
8 comments

PERKEMBANGAN GEOKIMIA PETROLEUM & GEOLOGI

Geokimia petroleum (minyak dan gas bumi) adalah  penerapan prinsip-prinsip kimia yang mempelajari tentang asal, migrasi, akumulasi dan alterasi dari petroleum (minyak dan gas bumi ) selain itu menerapkan konsep-konsepnya dalam rangka eksplorasi petroleum yang lebih efektif.
(lebih…)

Mineral dan Batuan l Jenis-Jenis Batuan Desember 6, 2010

Posted by ahmad in geologi, home, Petrologi.
2 comments

Pembahasan mengenai mineral dan batuan saling berkaitan oleh karenanya keduanya sering bersamaan dipelajari dan dikaji misalnya pada perkuliahan, praktikum, seminar dan lain-lain. Namun begitu keduanya punya nama kajian ilmiahnya tersendiri. Ilmu khusus tentang mineral disebut mineralogi, sedangkan ilmu khusus mengkaji tentang batuan meliputi petrologi, petrografi & petrogenesa. Mineralogi mempunyai subkajian yang lebih spesifik, salah satunya kristalografi, yaitu ilmu seluk beluk tentang kristal (Sam Boggs,┬á 2006). (lebih…)